Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Sunday, June 8, 2014

TEST lagi...

Posting kali ini berisi seperti postingan perdana saya dulu.  Beberapa hal untuk bloging yang saya ketahui hilang karena sudah lama tidak saya gunakan dan semua bookmarks yang saya buat hilang bersama dengan harus diformatnya ulang Netbook saya dikarenakan virus.  Rasanya seperti ingin naik sepeda roda jika lama sudah tidak pernah tiba tiba harus naik kembali.  Rasanya ngeri-ngeri sedap...hahahaha...tidak ada hubungannya ya.

Baiklah, semoga setelah ini kemampuan saya menulis yang efektif di blog saya ini dapat kembali seperti semula.  Masih banyak yang harus saya perbaiki kembali. Semoga masih bisa....pasti bisa..!!eheheheh.
Read more »

Wednesday, February 27, 2013

Harga Rumah akan naik lagi....


Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia Eddy Ganefo mengatakan, harga rumah tapak nonsubsidi tahun ini diperkirakan naik 5 sampai 10 persen. Kenaikan tersebut kemungkinan akibat naiknya tarif dasar listrik (TDL) dan bahan bakar minyak.

"Tentu, kita juga berharap rencana kenaikan TDL dan BBM ini juga bertahap dan proporsi kenaikannya tidak mengejutkan," kata Eddy seusai jumpa pers pembukaan BTN Property Expo 2013, Sabtu (2/2/2013).

"Mungkin akan naik untuk rumah-rumah komersial karena harga material bisa terpengaruh dari kenaikan itu, terutama kenaikan BBM. Kalau rumah bersubsidi tidak (karena) kan harganya sudah dipatok pemerintah dan harga itu sudah pasti," ujarnya.

Mengenai kemungkinan kenaikan itu, Ketua DPP Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan belum dapat memastikannya. Setyo mengaku belum bisa menghitung besar-kecilnya pengaruh kenaikan TDL dan BBM terhadap harga material bangunan.

Setyo mengatakan, REI masih optimistis bahwa tahun ini dunia properti Indonesia tetap berkembang, terutama dengan tingginya konsumen kalangan menengah ke atas sebagai konsumen terbesar dan menjadi sasaran pengembang. Terbukti dari 400 proyek yang ditampilkan di pameran BTN Property Expo 2013, rumah tapak dan apartemen untuk kalangan menengah sangat mendominasi dengan harga jual Rp 300 juta hingga Rp 600 juta.

"Rata-rata produk properti di kisaran harga tersebut laku keras. Saat ini, produk properti di harga Rp 200 juta sampai Rp 600 juta itu seperti kacang goreng karena memang produksinya juga lebih banyak di kelas ini," ujar Setyo.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Maryono berharap tahun ini KPR dapat tumbuh 30-35 persen. Ia menargetkan komposisi KPR non-subsidi sebanyak 60-65 persen, sedangkan KPR subsidi mencapai 35-40 persen. Untuk mendongkrak pencapaian tersebut, kata Maryono, di pameran ini BTN juga menyediakan fasilitas kredit dengan bunga subsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

"Dua tahun terakhir ini BTN masih menguasai pangsa pasar rumah subsidi dengan jumlah 98 persen penyaluran kredit yang didukung FLPP," kata Maryono.


sumber: kompas.com
Read more »

Perizinan Masih Jadi "Penyakit" di Sektor Perumahan



Pakar perumahan Zulfi Syarif Koto mengatakan, pemerintah daerah perlu membuat terobosan untuk membenahi birokrasi di sektor perumahan. Terobosan tersebut terutama terkait persoalan perizinan.
"Selama ini perizinan masih menjadi kendala bagi pengembang dalam menyediakan perumahan di kota-kota besar," kata Zulfi yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Perumahan Perkotaan (Housing Urban Development) di Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Zulfi mengatakan, jika persoalan perizinan tidak segera dibenahi, maka hal itu akan membuat masyarakat berpenghasilan rendah semakin sulit mendapatkan perumahan. Bahkan, kata dia, mereka hanya mampu membeli rumah di lokasi-lokasi jauh dari tempatnya bekerja.

Zulfi berharap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang saat ini dipimpin Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dapat memelopori persoalan perizinan, mengingat DKI Jakarta masih menjadi kiblat daerah lain untuk membangun daerahnya, termasuk perumahan.

Adapun kondisi di lapangan pembangunan perumahan dan permukiman masih menghadapi kendala perizinan, mulai dari lamanya waktu pembuatan, mahalnya biaya, hingga proses yang berbelit. Dia mengingatkan, tujuan dari pemberian izin adalah agar pembangunan fisik dan non-fisik dapat diarahkan sesuai rencana tata ruang.

"Kenyataannya, banyak izin di sejumlah daerah yang menjadi target PAD, bahkan ada oknum pemerintah yang menjadikannya sebagai pendapatan bagi dirinya," ungkap Zulfi.

Zulfi menjelaskan, jika mengacu pada peraturan, maka mengurus perizinan yang dibutuhkan di antaranya surat bukti kepemilikan tanah, ketetapan rencana kota dan rencana tata letak bangunan, gambar rancangan dan perencanaan bangunan (arsitektur, struktur, instalasi), serta surat izin penunjukan penggunaan tanah (SIPPT). Pemohon dalam syarat tersebut harus melampirkan peruntukan lokasi, garis sepadan jalan, garis sempadan bangunan, koefisien dasar dan lantai bangunan (KDB/KLB), ketinggian bangunan, fasilitas (parkir), golongan usaha skala kecil, sarana penyandang cacat, sumur resapan, dan sebagainya.

Menurut Ketua Umum Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia Setyo Maharso, di negara lain, sektor properti menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, ungkap Setyo, belum sampai ke sana. Kontribusi sektor ekonomi terhadap PDB masih kurang dari 10 persen. Setyo mengatakan, sektor perumahan memiliki 175 subsektor di bawahnya sehingga menjadikan sektor ini memiliki dampak turunan yang sangat besar, mulai dari toko, pasar, pedagang, industri bangunan, manufaktur, keuangan, transportasi, energi, pariwisata, telekomunikasi, dan pendidikan.

"Pemerintah perlu melibatkan asosiasi dalam proses pembuatan peraturan dan perundangan sehingga tidak menyulitkan di lapangan nantinya," ujar Setyo.


Sumber:Kompas.com
Read more »

Pengembang Apartement Lirik Pinggir Jakarta



Aktivitas penjualan apartemen di Jakarta semakin meningkat seiring stabilnya perekonomian nasional dan dunia usaha yang terus berkembang. Proyek apartemen baru terpusat di kawasan sekunder di luar pusat bisnis Jakarta.

Berdasarkan data Konsultan Properti Cushman & Wakefield Indonesia, sebanyak 57.318 unit kondominium diprediksi akan mengisi pasar tahun ini, dikarenakan permintaan pembeli yang merupakan investor dan pengguna akhir. Pembangunan apartemen baru itu akan semakin terkonsentrasi ke kawasan sekunder, yakni 87,2 persen, sedangkan di pusat bisnis (central business dictrict/CBD) dan primer masing-masing 6 persen dan 6,8 persen. Proyek apartemen masih didominasi untuk segmen menengah. Tangerang diprediksi mendominasi persebaran apartemen, diikuti oleh Jakarta Selatan.

Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, di Jakarta, Jumat (7/2/2013) lalu, mengemukakan, keterbatasan dan mahalnya harga lahan di kawasan pusat bisnis mendorong pembangunan apartemen semakin bergeser ke pinggiran. Ia menambahkan, tren pembangunan apartemen baru seiring kebutuhan generasi muda dan keluarga muda untuk mencari hunian yang mendekati lokasi kerja, sekalipun bukan di kawasan pusat bisnis atau premium. Hal itu karena pasokan rumah tapak (landed house) sudah semakin bergeser ke luar Jakarta. Untuk segmen atas, pergeseran ke lokasi non-CBD tetap mengarah ke kawasan premium seperti Senayan, Senopati, Kebayoran Baru, dan Kemang di Jakarta Selatan.

”Semakin banyak pengembang menawarkan pemesanan unit pada saat prapeluncuran (pre-launching) untuk mendorong konsumen membeli kondominium dengan jumlah banyak,” ujar Arief.

Hingga akhir 2012 lalu, mayoritas kondominium terbangun di luar kawasan pusat bisnis (non-CBD) Jakarta, yakni 73.231 unit (69,2 persen), sedangkan kawasan pusat bisnis (CBD) berkontribusi 22,3 persen, dan kawasan primer 8,5 persen.

Sementara itu, Associate Director Research Services Colliers International Ferry Salanto mengemukakan, tren pergeseran pembangunan apartemen ke luar kawasan pusat bisnis terlihat sejak lima tahun terakhir. Kawasan pusat bisnis, seperti Jalan Sudirman, Mega Kuningan, Rasuna Said, SCBD, dan Thamrin, saat ini telah dibanjiri oleh apartemen menengah atas. Wilayah Jakarta Timur secara bertahap terus menjadi sasaran pembangunan proyek apartemen baru.

Tahun ini, proyek baru akan digarap di Cakung dan Pulo Gebang. Sedangkan tahun 2014 pembangunan berlangsung di Jalan MT Haryono-Cawang, yakni apartemen The H Residence, Signature Park Grande, dan The Hive@Tamansari dengan total pasokan sebanyak 7.784 unit. Sepanjang tahun 2012, pasokan apartemen di Jakarta didominasi untuk segmen menengah bawah dengan kisaran harga Rp 7,5 juta-Rp 8,2 juta per meter persegi.


Sumber :Kompas Cetak
Read more »

Sunday, July 22, 2012

Harga Tanah di BSD City Naik 20% per Tahun

Pertumbuhan harga tanah di kawasan BSD City turut memberikan kontribusi signifikan atas kinerja perusahaan pengembang properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Dengan rata-rata pertumbuhan harga tanah sebesar 15-20 persen per tahun. 


Kawasan ini memberikan return investasi yang menguntungkan. Tidak hanya bagi BSDE selaku pengembang tetapi juga bagi pemilik tanah atau property dikawasan tersebut. Dimana, pertumbuhan harga rumah atau tanah secondary juga mengikuti kenaikan harga rumah primary/ baru. Demikian disampaikan oleh Direktur dan Corporate Secretary BSDE Hermawan Wijaya. 

"Semakin bertambahnya golongan ekonomi menengah-atas yang memiliki daya beli cukup tinggi mendorong potensi pertumbuhan sektor properti. Selain itu, iklim perekonomian Indonesia terutama properti Indonesia masih prospektif. Tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) rate masih terendah sepanjang sejarah, hal ini menandakan tingkat inflasi masih dalam perkiraan BI," kata Hermawan dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin (23/7/2012). 

Selain itu, lanjutnya, segmen residensial masih menjadi tonggak penjualan BSDE dengan prosentase 66 persen atau setara Rp1,36 triliun terhadap keseluruhan marketing sales perseroan. "Sedangkan segmen penjualan lahan (land plots) tercatat sebagai kontributor kedua terbesar untuk penjualan dengan berkontribusi sebesar 26 persen," ujarnya. 
 
Pada Semester I-2012, segmen rumah-toko (ruko) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 655 persendari Rp13,43 miliar menjadi R101,47 miliar, sedangkan segmen dengan pertumbuhan terbesar kedua adalah penjualan lot tanah sebesar 24 persen menjadi Rp530,49 miliar dibandingkan kinerja pada periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 414,41 miliar. 
  
Pertumbuhan marketing sales tersebut tidak lepas dari peluncuran beberapa produk baru diantaranya, Dalam dua bulan terakhir, BSD City telah meluncurkan tiga sub kluster, yakni "Anantha" dan "Chadna" pada bulan Mei 2012, serta de Maja pada Juni 2012. BSDE pada bulan Juni juga meluncurkan rumah toko yang berlokasi di Taman Tekno, Industrial Estate di BSD City. 
 
"Angka penjualan akan kembali tumbuh solid pada kuartal III dan IV setelah siklus liburan dan hari raya usai pada Agustus mendatang. Kami menargetkan peluncuran sekitar 17 Sub-kluster dalam satu tahun untuk semua proyek perumahan untuk mencapai target marketing sales," tutup Hermawan.


source:okezone
Read more »

Wednesday, July 18, 2012

Kenapa Serpong Tetap Menarik?

Serpong masih menjadi primadona kawasan hunian rumah tapak (landed house). Meski harga tanah di kawasan ini sudah sangat mahal, Serpong menjadi kawasan di pinggiran Jakarta yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dalam 10 tahun terakhir. 


Meski agak jauh dari Jakarta, akses transportasi ke Serpong mudah. Ada jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Jakarta-Merak yang memudahkan warga Serpong menjangkau Jakarta dalam hitungan menit. Selain itu, ada pula rel kereta api yang membentang antara Jakarta dan Rangkasbitung. 

Kalangan pengembang seperti Alam Sutera, Summarecon dan Cowell kini mengembangkan perumahan kelas menengah atas. Maklum, dengan aksesibilitas Serpong yang mudah dibandingkan kawasan pinggiran Jakarta lainnya, banyak pekerja Jakarta yang memilih hunian di kawasan ini. Pengembang properti PT Cowell Development, misalnya, mengembangkan kawasan hunian baru Laverde yang berlokasi di kawasan pusat bisnis Sepong. 

”Ini proyek terbaru kami, menempati areal seluas 12 hektare, di Cowell Serpong Park," kata Direktur Pemasaran PT Cowell Development Tbk Novi Imelly. Sebelumnya, Cowell telah membangun sejumlah perumahan di kawasan Serpong, di antaranya Melati Mas Residence, Serpong Park, dan Serpong Terrace. Berbeda dengan perumahan sebelumnya yang ditujukan pasar menengah, Perumahan Laverde menyasar pasar menengah atas. 

Novi mengatakan, untuk tahap I sebanyak 90 unit diharapkan dalam dua tahun sudah dapat serah terima kunci ke konsumen. Animo terhadap Perumahan Laverde, menurut Novi, sangat besar. Terbukti saat pemasaran perdana, langsung terjual 63 unit, dan diperkirakan dalam waktu singkat akan terjual habis. Rumah yang dijual mulai Rp590 juta tipe kecil sampai Rp1, 2 miliar tipe besar, seluruhnya merupakan bangunan dua lantai. 

Untuk mengantisipasi banjir di kawasan perumahan yang dikembangkan, Cowell telah berkerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk normalisasi Sungai Ciater yang melewati kawasan perumahan sepanjang 1,5 kilometer. ”Jika sebelumnya sungai itu memiliki lebar 6 meter, maka akan kami tambah menjadi 12 meter. Diperkirakan, sekitar 1,3 hektare lahan akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas tampung Sungai Ciater," ujarnya. 

Cowell akan membangun 454 unit rumah dalam empat kluster dan 56 unit rumah toko di Laverde. Seluruh kluster dirancang menggunakan sistem satu pintu gerbang untuk menjamin keamanan, infrastruktur kabel di bawah tanah, club house, kolam renang, jalur lari, jalur sepeda, arena bermain anak, sarana ibadah, dan kawasan terbuka hijau 10 persen dari total area. 

Laverde juga sangat strategis karena lokasinya dekat dengan sejumlah lembaga pendidikan, pusat belanja, dan dekat dengan tol Alam Sutra dan Bintaro sehingga memudahkan penghuninya menuju Jakarta. Sementara, pengembang PT Alam Sutera Realty Tbk sibuk mengembangkan kawasan mix used development di Serpong. 

Tidak hanya perumahan yang terdapat dalam kawasan ini, juga kawasan komersial dan berbagai fasilitas lainnya seperti pendidikan, tempat konvensi, dan berbagai fasilitas lainnya. Di atas lahan seluas 800 hektare ini terdapat sekitar 7.000 rumah. Tahun depan akan dibangun beberapa residential cluster, mengembangkan area-area komersial, office tower, membuka mal lagi pada pertengahan 2012 ini setelah mal yang sudah ada, yaitu Living World.



sumber:Okezone
Read more »

Kenapa Serpong Jadi Primadona ?

Melihat kondisi di dalam Kota Jakarta yang kian sesak, banyak pembangunan yang mulai bergeser ke wilayah-wilayah penopang (sub urban). Salah satu yang paling menjadi favorit baik pengembang maupun masyarakat (konsumen) adalah wilayah Serpong, Tangerang Selatan.
 
Direktur Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, Serpong menjadi primadona untuk hunian masyarakat di pinggiran kota, karena faktor infrastruktur yang memadai, akses yang cukup mudah dijangkau, serta luasnya wilayah yang masih berperluang untuk dikembangkan.

"Diapit dengan lima jalur jalan tol, membuat Tangerang dan Serpong tetap jadi primadona, meski sudah 50 persen over value. Dalam dua tahun ini perkembangannya masih tumbuh sekitar 30 persen," kata Ali dalam seminar properti di BSD City Marketing Office, Tangerang Selatan, Senin (16/7/2012).

Seperti kita ketahui, lanjutnya, Serpong merupakan wilayah pendukung Jakarta yang kian dilirik. Dengan harga yang relatif lebih murah dan kawasan lebih luas sebagian besar orang menjadikan pilihan.

"Tentunya yang semakin membuatnya menarik adalah akses jalan yang strategis, di samping itu dengan image baik yang masih dimiliki," ujarnya.

"Apalagi setelah terjadinya banjir di Pondok Indah beberapa tahun lalu, masyarakat kalangan menengah menjadikan Serpong dan Tangerang sebagai pilihan untuk tempat tinggal yang dinilai lebih aman dan nyaman," tambah Ali.

Maka tidak heran jika dikatakan harga tanah di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, sebagai yang paling mahal untuk kategori wilayah sub urban. Seperti yang dinyatakan Senior Associate Director Office Services Colliers International Sutrisno R Soetarmo, "Di Serpong tanahnya bisa mencapai Rp10 juta per meter saat ini. Banyak pengembang besar masuk dan mengambangkan proyek di sana, sehingga propertinya menjadi booming," kata Sutrsino. 



sumber:okezone.com
Read more »

Pembangunan Kota BSD Semakin Lengkap


Presiden Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk Harry B Hartanto menyebutkan, pembangunan convention danexhibition hall bersama dengan Kompas Gramedia akan melengkapi pembangunan kota BSD.

"Dengan adanya exhibition dan convention hall (yang akan dibangun), kita berharap secara bertahap BSD City akan terbentuk kotanya," ungkap Harry dalam penandatanganan kerja sama pembangunan sebuah convention dan exhibition hall dengan Sinar Mas Land di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
Ia menuturkan, perusahaannya memang akan mengembangkan kota BSD menjadi suatu kota yang dapat dikatakan independen, di mana penduduknya dilengkapi dengan fasilitas perkantoran, sarana transportasi, hingga bangunan convention dan exhibition hall.
Sebelumnya diberitakan, Kompas Gramedia resmi menggandeng Sinar Mas Land dalam membangun sebuah convention dan exhibition hall terbesar di Indonesia. Ini diresmikan dengan penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Hotel Santika Jakarta, Kamis pagi.
Rencananya, fasilitas konvensi ini akan dibangun di atas lahan seluas 25 hektar di kawasan BSD City, Tangerang Selatan, dengan luas bangunan mencapai 150.000 meter persegi.
Dengan bertemakan bangunan ramah lingkungan, pembangunan convention dan exhibition hall ini akan dimulai pada tahun depan dan diharapkan selesai akhir 2013.
Tidak hanya itu, bangunan ini, yang diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun, didaulat akan menjadi convention dan exhibition hall terbesar di Indonesia.
Read more »

Siap-siap... Pesaing JCC Bakal Hadir di BSD City!


Meningkatnya potensi bisnis MICE (Meetings, Incentives, Covention and Exhibition) di Indonesia beberapa tahun belakangan ini dijadikan peluang oleh Kompas Gramedia dan Sinar Mas Land untuk bekerjasama membangunconvention and exhibition hall terbesar di Indonesia. Proses penandatanganan nota kesepahaman kedua perusahaan pun digelar di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Jakob Oetama selaku Executive Chairman Kompas Gramedia dan Muktar Widjaja, Chairman Sinar Mas Land di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (28/7/2011)

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dilakukan oleh Jakob Oetama selaku Executive Chairman Kompas Gramedia dan Muktar Widjaja, Chairman Sinar Mas Land. Fasilitas gedung ini akan dibangun di lahan seluas 25 hektar di kawasan BSD City, Tangerang Selatan. Secara keseluruhan luas bangunan Venue tersebut akan mencapai 150.000 meter persegi.
Managing Director Coorporation Strategy and Service Sinar Mas, Ishak Chandra, mengatakan, kemudahan akses melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) diharapkan akan menjadi salah satu pendukung potensial dari pembangunan hall ini. Selain itu, gedung konvensi ini juga mengusung tema green building sehingga tetap berperan dalam menekan emisi karbon di Indonesia.
Ia mengatakan, pembangunan convention and exhibition hall ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya ketersediaan fasilitas venue berstandar internasional di Indonesia saat ini. Kompas Gramedia dan Sinar Mas menangkap potensi tersebut dan memutuskan bekerjasama dalam memenuhi kebutuhan itu, khususnya untuk bermacam kegiatan berskala internasional ke depannya.
"Arsitektur gedung ini akan mulai dirancang bulan depan. Ditargetkan rampung pada 2013 mendatang," ujar Ishak kepada wartawan.
Pada kesempatan yang sama, Danny Budiharto selaku Direktur Dyandra Media International memastikan bahwa fasilitas konvensi ini akan sangat lengkap dan terluas di Indonesia.
"Konvensi dan ruang pameran yang akan kami bangun ini seluas 150.000 meter persegi, bahkan lima hingga enam kali lebih besar dari Jakarta Convention Center kan" kata Danny.
Selain itu, untuk mencapai target penyelesaian tersebut, Kompas Gramedia dan Sinar Mas Land menggandeng Pico Art International, yaitu sebuah perusahaan desain dan arsitektur Internasional untuk turut andil menyelesaikan proyek ini.
"Kami akan bekekerjasama dengan baik agar pembangunan venue ini bisa menjadi pilihan utama dalam menggelar kegiatan-kegiatan seperti konferensi atau konser musik internasional, dan lain-lainnya," kata Danny.
Read more »