Sunday, June 8, 2014

TEST lagi...

Posting kali ini berisi seperti postingan perdana saya dulu.  Beberapa hal untuk bloging yang saya ketahui hilang karena sudah lama tidak saya gunakan dan semua bookmarks yang saya buat hilang bersama dengan harus diformatnya ulang Netbook saya dikarenakan virus.  Rasanya seperti ingin naik sepeda roda jika lama sudah tidak pernah tiba tiba harus naik kembali.  Rasanya ngeri-ngeri sedap...hahahaha...tidak ada hubungannya ya.

Baiklah, semoga setelah ini kemampuan saya menulis yang efektif di blog saya ini dapat kembali seperti semula.  Masih banyak yang harus saya perbaiki kembali. Semoga masih bisa....pasti bisa..!!eheheheh.
Read more »

Tuesday, April 16, 2013

Dijual Rumah De Latinos BSD

De Latinos BSD

Sebuah Kawasan Perumahan yang sudah cukup hidup.  Telah dilengkapi dengan Infrastrukstur yang cukup lengkap. Terdapat fasilitas Ruko dan sport center yang terletak ditengah tengah Cluster De Latinos.  Sebuah Kawasan perumahan yang sangat hangat dan asri.  Salah satu kelebihannya adalah banyaknya Taman disetiap cluster-cluster kecil di  De Latinos.
De Latinos

Rumah cantik ini sangat nyaman dan suasana cluster exclusive menambah daya tarik tersendiri rumah yg indah ini, terdapat taman di setiap sudut cluster sangat cocok untuk anda yg menginginkan rumah cantik yang berkelas.
De Latinos

Rumah yang ditawarkan ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
LB/LT                             :  STD / 160 m2
KM / KT                          :  2+1 /  3+1
LISTRIK                         :  2200 W
TINGKAT                       :  2
GARASI / CARPORT       :  CARPORT
TELP                              :  TIDAK ADA
STATUS                         :   SHM
HARGA                           :  2.150 M Nego

Fasilitas                       :  - Depan Taman
                                     - Security 24 Jam
                                     - 1 Gate access
                                     -  Sangat dekat dengan Atlantis Sport Center De Latinos dan Pertokoan (bisa jalan)
                                     -  Internet and Cable TV Ready (infrastruktur Cluster)    

Jika anda tertarik dan ingin melihat property diatas, anda dapat menghubungi:
- Gde Arya
- 082 11400 8228
Follow juga twitter @gproperty7 untuk informasi mengenai property di BSD dan Sekitarnya.

Read more »

Wednesday, February 27, 2013

Harga Rumah akan naik lagi....


Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Seluruh Indonesia Eddy Ganefo mengatakan, harga rumah tapak nonsubsidi tahun ini diperkirakan naik 5 sampai 10 persen. Kenaikan tersebut kemungkinan akibat naiknya tarif dasar listrik (TDL) dan bahan bakar minyak.

"Tentu, kita juga berharap rencana kenaikan TDL dan BBM ini juga bertahap dan proporsi kenaikannya tidak mengejutkan," kata Eddy seusai jumpa pers pembukaan BTN Property Expo 2013, Sabtu (2/2/2013).

"Mungkin akan naik untuk rumah-rumah komersial karena harga material bisa terpengaruh dari kenaikan itu, terutama kenaikan BBM. Kalau rumah bersubsidi tidak (karena) kan harganya sudah dipatok pemerintah dan harga itu sudah pasti," ujarnya.

Mengenai kemungkinan kenaikan itu, Ketua DPP Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan belum dapat memastikannya. Setyo mengaku belum bisa menghitung besar-kecilnya pengaruh kenaikan TDL dan BBM terhadap harga material bangunan.

Setyo mengatakan, REI masih optimistis bahwa tahun ini dunia properti Indonesia tetap berkembang, terutama dengan tingginya konsumen kalangan menengah ke atas sebagai konsumen terbesar dan menjadi sasaran pengembang. Terbukti dari 400 proyek yang ditampilkan di pameran BTN Property Expo 2013, rumah tapak dan apartemen untuk kalangan menengah sangat mendominasi dengan harga jual Rp 300 juta hingga Rp 600 juta.

"Rata-rata produk properti di kisaran harga tersebut laku keras. Saat ini, produk properti di harga Rp 200 juta sampai Rp 600 juta itu seperti kacang goreng karena memang produksinya juga lebih banyak di kelas ini," ujar Setyo.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Maryono berharap tahun ini KPR dapat tumbuh 30-35 persen. Ia menargetkan komposisi KPR non-subsidi sebanyak 60-65 persen, sedangkan KPR subsidi mencapai 35-40 persen. Untuk mendongkrak pencapaian tersebut, kata Maryono, di pameran ini BTN juga menyediakan fasilitas kredit dengan bunga subsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

"Dua tahun terakhir ini BTN masih menguasai pangsa pasar rumah subsidi dengan jumlah 98 persen penyaluran kredit yang didukung FLPP," kata Maryono.


sumber: kompas.com
Read more »

Perizinan Masih Jadi "Penyakit" di Sektor Perumahan



Pakar perumahan Zulfi Syarif Koto mengatakan, pemerintah daerah perlu membuat terobosan untuk membenahi birokrasi di sektor perumahan. Terobosan tersebut terutama terkait persoalan perizinan.
"Selama ini perizinan masih menjadi kendala bagi pengembang dalam menyediakan perumahan di kota-kota besar," kata Zulfi yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Perumahan Perkotaan (Housing Urban Development) di Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Zulfi mengatakan, jika persoalan perizinan tidak segera dibenahi, maka hal itu akan membuat masyarakat berpenghasilan rendah semakin sulit mendapatkan perumahan. Bahkan, kata dia, mereka hanya mampu membeli rumah di lokasi-lokasi jauh dari tempatnya bekerja.

Zulfi berharap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang saat ini dipimpin Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dapat memelopori persoalan perizinan, mengingat DKI Jakarta masih menjadi kiblat daerah lain untuk membangun daerahnya, termasuk perumahan.

Adapun kondisi di lapangan pembangunan perumahan dan permukiman masih menghadapi kendala perizinan, mulai dari lamanya waktu pembuatan, mahalnya biaya, hingga proses yang berbelit. Dia mengingatkan, tujuan dari pemberian izin adalah agar pembangunan fisik dan non-fisik dapat diarahkan sesuai rencana tata ruang.

"Kenyataannya, banyak izin di sejumlah daerah yang menjadi target PAD, bahkan ada oknum pemerintah yang menjadikannya sebagai pendapatan bagi dirinya," ungkap Zulfi.

Zulfi menjelaskan, jika mengacu pada peraturan, maka mengurus perizinan yang dibutuhkan di antaranya surat bukti kepemilikan tanah, ketetapan rencana kota dan rencana tata letak bangunan, gambar rancangan dan perencanaan bangunan (arsitektur, struktur, instalasi), serta surat izin penunjukan penggunaan tanah (SIPPT). Pemohon dalam syarat tersebut harus melampirkan peruntukan lokasi, garis sepadan jalan, garis sempadan bangunan, koefisien dasar dan lantai bangunan (KDB/KLB), ketinggian bangunan, fasilitas (parkir), golongan usaha skala kecil, sarana penyandang cacat, sumur resapan, dan sebagainya.

Menurut Ketua Umum Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia Setyo Maharso, di negara lain, sektor properti menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, ungkap Setyo, belum sampai ke sana. Kontribusi sektor ekonomi terhadap PDB masih kurang dari 10 persen. Setyo mengatakan, sektor perumahan memiliki 175 subsektor di bawahnya sehingga menjadikan sektor ini memiliki dampak turunan yang sangat besar, mulai dari toko, pasar, pedagang, industri bangunan, manufaktur, keuangan, transportasi, energi, pariwisata, telekomunikasi, dan pendidikan.

"Pemerintah perlu melibatkan asosiasi dalam proses pembuatan peraturan dan perundangan sehingga tidak menyulitkan di lapangan nantinya," ujar Setyo.


Sumber:Kompas.com
Read more »

Pengembang Apartement Lirik Pinggir Jakarta



Aktivitas penjualan apartemen di Jakarta semakin meningkat seiring stabilnya perekonomian nasional dan dunia usaha yang terus berkembang. Proyek apartemen baru terpusat di kawasan sekunder di luar pusat bisnis Jakarta.

Berdasarkan data Konsultan Properti Cushman & Wakefield Indonesia, sebanyak 57.318 unit kondominium diprediksi akan mengisi pasar tahun ini, dikarenakan permintaan pembeli yang merupakan investor dan pengguna akhir. Pembangunan apartemen baru itu akan semakin terkonsentrasi ke kawasan sekunder, yakni 87,2 persen, sedangkan di pusat bisnis (central business dictrict/CBD) dan primer masing-masing 6 persen dan 6,8 persen. Proyek apartemen masih didominasi untuk segmen menengah. Tangerang diprediksi mendominasi persebaran apartemen, diikuti oleh Jakarta Selatan.

Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, di Jakarta, Jumat (7/2/2013) lalu, mengemukakan, keterbatasan dan mahalnya harga lahan di kawasan pusat bisnis mendorong pembangunan apartemen semakin bergeser ke pinggiran. Ia menambahkan, tren pembangunan apartemen baru seiring kebutuhan generasi muda dan keluarga muda untuk mencari hunian yang mendekati lokasi kerja, sekalipun bukan di kawasan pusat bisnis atau premium. Hal itu karena pasokan rumah tapak (landed house) sudah semakin bergeser ke luar Jakarta. Untuk segmen atas, pergeseran ke lokasi non-CBD tetap mengarah ke kawasan premium seperti Senayan, Senopati, Kebayoran Baru, dan Kemang di Jakarta Selatan.

”Semakin banyak pengembang menawarkan pemesanan unit pada saat prapeluncuran (pre-launching) untuk mendorong konsumen membeli kondominium dengan jumlah banyak,” ujar Arief.

Hingga akhir 2012 lalu, mayoritas kondominium terbangun di luar kawasan pusat bisnis (non-CBD) Jakarta, yakni 73.231 unit (69,2 persen), sedangkan kawasan pusat bisnis (CBD) berkontribusi 22,3 persen, dan kawasan primer 8,5 persen.

Sementara itu, Associate Director Research Services Colliers International Ferry Salanto mengemukakan, tren pergeseran pembangunan apartemen ke luar kawasan pusat bisnis terlihat sejak lima tahun terakhir. Kawasan pusat bisnis, seperti Jalan Sudirman, Mega Kuningan, Rasuna Said, SCBD, dan Thamrin, saat ini telah dibanjiri oleh apartemen menengah atas. Wilayah Jakarta Timur secara bertahap terus menjadi sasaran pembangunan proyek apartemen baru.

Tahun ini, proyek baru akan digarap di Cakung dan Pulo Gebang. Sedangkan tahun 2014 pembangunan berlangsung di Jalan MT Haryono-Cawang, yakni apartemen The H Residence, Signature Park Grande, dan The Hive@Tamansari dengan total pasokan sebanyak 7.784 unit. Sepanjang tahun 2012, pasokan apartemen di Jakarta didominasi untuk segmen menengah bawah dengan kisaran harga Rp 7,5 juta-Rp 8,2 juta per meter persegi.


Sumber :Kompas Cetak
Read more »